Bagi wisawatan Indonesia, belanja di Jepang selalu menjadi salah satu aktivitas yang sulit dilewatkan. Mulai dari skincare, kosmetik, fashion, elektronik, snack khas Jepang, hingga berbagai barang limited edition, semuanya menawarkan daya tarik tersendiri. Salah satu keuntungan berbelanja di Jepang selama ini adalah fasilitas tax-free shopping, yaitu pembebasan pajak konsumsi (consumption tax) bagi wisatawan asing yang memenuhi persyaratan.

Namun, mulai 1 November 2026, pemerintah Jepang resmi mengubah mekanisme tax-free shopping menjadi sistem refund. Artinya, wisatawan tidak lagi langsung mendapatkan potongan pajak saat membayar di toko. Mereka harus membayar harga termasuk pajak terlebih dahulu, kemudian mengurus pengembalian pajak ketika akan meninggalkan Jepang.
Perubahan ini tentu membawa konsekuensi tersendiri, khususnya bagi wisatawan yang memiliki agenda belanja besar dan para jastiper Indonesia yang mengandalkan aktivitas belanja di Jepang sebagai sumber penghasilan. Lalu, bagaimana mekanisme barunya dan apa saja yang perlu dipersiapkan?
Sebelumnya, wisatawan asing yang memenuhi persyaratan dapat membeli barang di toko tax-free dengan harga yang sudah dikurangi consumption tax. Di Jepang, tarif consumption tax umumnya sebesar 10% untuk barang yang dikenakan tarif standar.
Mulai 1 November 2026, mekanismenya berubah menjadi refund system. Dengan sistem baru ini, wisatawan tetap bisa mendapatkan pengembalian pajak, tetapi prosesnya dilakukan setelah barang yang dibeli dikonfirmasi oleh pihak bea cukai (customs) sebagai barang yang akan dibawa keluar dari Jepang.
Sistem lama (sampai 31 Oktober 2026):
- Wisatawan menunjukkan paspor ketika berbelanja
- Toko langsung memberikan harga tax-free
- Wisatawan membayar harga setelah dikurangi consumption tax
- Tidak perlu mengurus pengembalian pajak di bandara
Sistem baru (mulai 1 November 2026):
- Wisatawan menunjukkan paspor ketika berbelanja
- Wisatawan membayar harga penuh termasuk consumption tax
- Sebelum keberangkatan, wisatawan harus melakukan konfirmasi barang di bea cukai
- Setelah barang dikonfirmasi telah dibawa keluar Jepang, wisatawan mendapatkan refund melalui toko atau penyedia layanan refund yang ditunjuk.
Dengan kata lain, wisatawan perlu menyediakan dana lebih besar ketika berbelanja karena pajak harus dibayarkan terlebih dahulu.
Ada beberapa tahapan yang perlu diperhatikan wisatawan untuk mendapatkan pengembalian pajak:
1. Berbelanja di toko tax-free
Wisatawan tetap harus berbelanja di toko yang memiliki fasilitas tax-free dan menunjukkan paspor asli. Minimum pembelian tetap sebesar 5000 Yen sebelum pajak dalam satu toko pada hari yang sama. Namun, berbeda dengan sistem sebelumnya, wisatawan harus membayar harga termasuk pajak.
2. Simpan barang dan bukti pembelian
Barang yang dibeli harus tetap dibawa keluar dari Jepang. Penting untuk memastikan seluruh barang yang tercantum dalam satu transaksi atau struk pembelian masih tersedia ketika proses pemeriksaan dilakukan. Jika ada satu barang dari transaksi tersebut yang tidak dapat ditunjukkan, seluruh barang dalam transaksi yang sama berpotensi tidak memenuhi persyaratan refund.
3. Melakukan konfirmasi di bandara
Sebelum check-in bagasi, wisatawan harus mengurus konfirmasi tax-free di terminal khusus yang tersedia di bandara atau Pelabuhan internasional. Wisatawan perlu menunjukkan paspor, memindai paspor melalui tax refund terminal, dan mengikuti pemeriksaan yang muncul. Jika mendapatkan hasil GREEN, proses konfirmasi bea cukai selesai tanpa pemeriksaan fisik tambahan. Jika mendapatkan hasil RED, wisatawan harus membawa barang belanjaannya ke area pemeriksaan bea cukai untuk diverifikasi.
Di beberapa bandara besar seperti Narita, Haneda, Kansai, Chubu, Fukuoka, New Chitose, dan Naha, wisatawan juga dapat menggunakan Visit Japan Web untuk membantu proses konfirmasi melalui jaringan Wi-Fi khusus yang disediakan di area keberangkatan internasional.
4. Menerima pengembalian pajak
Setelah barang dikonfirmasi oleh bea cukai, pengembalian pajak diproses oleh toko tempat pembelian atau penyedia layanan refund yang ditunjuk oleh toko tersebut. Metode dan waktu pengembalian dana dapat berbeda-beda, tergantung kebijakan masing-masing toko. Perlu diperhatikan bahwa proses konfirmasi harus dilakukan dalam 30 hari sejak tanggal pembelian.
Selain perubahan mekanisme pembayaran dan refund, terdapat beberapa kententuan lain yang ikut berubah:
Tidak ada lagi perbedaan kategori barang
Sebelumnya, barang belanjaan dibedakan menjadi general goods, dan consumable goods. Masing-masing memiliki ketentuan berbeda. Mulai November 2026, kedua kategori tersebut digabungkan.
Batas pembelian consumable goods dihapus
Sebelumnya, pembelian barang konsumsi seperti makanan, minuman, kosmetik, dan obat-obatan memiliki batas maksimal 500.000 Yen. Batas tersebut dihapus dalam sistem baru. Namun, barang konsumsi yang sudah digunakan atau dikonsumsi selama di Jepang tidak memenuhi persyaratan untuk mendapatkan refund.
Kemasan khusus bagi barang konsumsi tidak lagi diwajibkan
Sebelumnya, barang konsumsi harus dikemas menggunakan kemasan khusus dan tidak boleh dibuka sebelum meninggalkan Jepang. Ketentuan kemasan khusus ini dihapus. Meski demikian, barang tetap harus dibawa keluar dari Jepang.
Barang harus dibawa sendiri saat meninggalkan Jepang
Barang yang dibeli harus berada dalam kepemilikan wisatawan dan dibawa keluar Jepang saat keberangkatan. Jumlah barang juga dibatasi pada kuantitas yang secara wajar dapat dibawa sendiri oleh wisatawan. Ketentuan ini menjadi salah satu poin yang perlu diperhatikan oleh pelaku jasa titip.
Bagi wisatawan biasa, perubahan ini mungkin hanya menambar satu tahapan sebelum pulang ke Indonesia. Namun bagi jastiper, dampak bisa jauh lebih besar karena aktivitas belanja mereka biasanya melibatkan banyak transaksi, berbagai toko, dan barang pesanan dari banyak pelanggan.
Salah satu perubahan paling terasa adalah kebutuhan modal. Jika sebelumnya jastiper bisa langsung mendapatkan harga tax-free saat berbelanja, sekarang mereka harus membayar harga termasuk pajak terlebih dahulu. Misalnya, sebuah produk memiliki harga 10.000 Yen sebelum pajak. Dengan tarif consumption tax 10%, jastiper harus membayar 11.000 Yen terlebih dahulu. Jika sebelumnya dana yang dibutuhkan hanya 10.000 Yen, sekarang ada tambahan 1.000 Yen yang harus dikeluarkan sementara waktu. Refund baru akan diproses setelah barang dikonfirmasi keluar dari Jepang. Artinya, jastiper perlu menyiapkan cash flow yang lebih besar, terutama jika melakukan pembelian dalam jumlah banyak.
Jastiper biasanya memiliki jadwal belanja yang cukup padat. Dalam satu hari, mereka bisa mengunjungi beberapa department store, drugstore, outlet, hingga toko khusus untuk memenuhi pesanan pelanggan. Dengan sistem baru, mereka harus memperhitungkan waktu tambahan di bandara untuk melakukan konfirmasi barang. Semua barang yang berkaitan dengan transaksi tax-free harus dapat ditunjukkan apabila diminta oleh petugas bea cukai. Karena itu, pengaturan barang di dalam koper menjadi lebih penting.
Dengan sistem baru ini, ada kemungkinan tax refund tidak diterima. Ini merupakan salah satu hal yang perlu diperhatikan. Jika barang dari suatu transaksi tidak dapat ditunjukkan ketika diminta oleh petugas bea cukai, transaksi tersebut berpotensi tidak memenuhi persyaratan refund. Bagi jastiper, yang membawa banyak pesanan, Risiko ini perlu diperhitungkan
Agar perjalanan tetap lancar, ada beberapa hal yang sebaiknya dipersiapkan sejak awal.
1. Pastikan toko yang dikunjungi merupakan toko tax-free.
2. Siapkan paspor asli ketika berbelanja
3. Simpa seluruh struk pembelian
4. Kelompokkan barang berdasarkan transaksi agar mudah ditemukan
5. Pastikan barang yang dibeli tetap tersedia saat pemeriksaan
6. Sisihkan waktu lebih banyak di bandara sebelum keberangkatan
7. Pelajari cara menggunakan Visit Japan Web untuk membantu proses konfirmasi
Satu hal yang tidak kalah penting adalah memastikan koneksi internet tetap tersedia selama perjalanan. Terutama jika kamu mengandalkan Visit Japan Web, peta digital, komunikasi dengan pelanggan, hingga koordinasi dengan sesame jastiper.
Dengan adanya perubahan sistem tax refund, wisatawan juga perlu lebih memperhatikan persiapan digital selama perjalanan. Tanpa koneksi internet yang stabil, aktivitas seperti mengakses Visit Japan Web, memeriksa informasi prosedur refund, berkoordinasi dengan pelanggan mengenai pesanan, dan mengakses peta untuk menemukan lokasi terminal atau area pemeriksaan bisa menjadi lebih merepotkan.
Di sinilah eSIM menjadi salah satu kebutuhan perjalanan yang patut dipertimbangkan. Dengan menggunakan eSIM, kamu bisa mendapatkan akses internet sejak tiba di Jepang tanpa harus mencari toko SIM card atau mengantre untuk membeli kartu fisik. Cukup scan eSIM sebelum keberangkatan dan aktifkan eSIM saat tiba di negara tujuan sesuai petunjuk aktivasi, dan kamu bisa langsung terhubung ke jaringan internet ketika tiba di Jepang.
Jangan sampai urusan tax refund, komunikasi dengan pelanggan, atau mencari lokasi toko justru membuat bisnis jastip kamu jadi lebih ribet. Gunakan eSIM dari JELANIA.ID. Praktis, mudah diaktifkan, dan siap menemani perjalanan bisnis jastip kamu tanpa khawatir kehilangan koneksi.
Stay connected, shop smarter, and enjoy Japan!