Tempat-tempat viral memang menggoda sekali untuk dikunjungi. Terlihat tenang dengan pemandangan yang indah di social media, pasti membuat kita membayangkan foto-foto aesthetic yang bisa didapat ketika berlibur ke sana. Tanpa disadari, ternyata tempat yang terlihat tenang di foto sering kali berubah menjadi tempat yang penuh kerumunan, antrean dimana-mana, dan suara riuh pengunjung menyelimuti suasana.
Padahal, banyak traveler berpengalaman tahu bahwa menikmati sebuah kota tidak selalu harus mengikuti arus wisatawan. Mengunjungi tempat viral memang perlu sedikit strategi agar kita bisa menikmati indahnya pemandangan tanpa harus berdesak-desakan dengan pengunjung lain.
Berikut beberapa cara yang sering dilakukan traveler berpengalaman untuk menghindari kerumunan turis tanpa harus menghindari tempat-tempat yang menarik.
· Datang Lebih Pagi dari Kebanyakan Orang
Biasanya turis akan datang ke suatu tempat sekitar jam 10 pagi hingga sore hari. Kita bisa memanfaatkan waktu di pagi hari untuk mengunjungi tempat popular. Selain lebih sepi, suasana pagi hari biasanya lebih segar dan pencahayaan untuk foto juga lebih bagus. Beberapa kota bahkan suasananya terkesan sangat berbeda pada saat pagi hari dibandingkan dengan saat sudah ramai dengan kerumunan turis, seperti area sekitar sungai Seine di Paris, atau gang sempit di Venice.
· Mengunjungi Tempat Populer di Hari Biasa
Tidak hanya dengan turis mancanegara, di akhir pekan biasanya kita harus berebut spot foto cantik dengan turis lokal juga. Perbedaan jumlah pengunjung bisa sangat terasa, terutama di museum, taman bermain, dan tempat wisata ikonik. Jika memungkinkan, kunjungi tempat-tempat yang viral pada hari kerja.
· Menjelajah Area di Sekitar Tempat Populer
Traveler berpengalaman tahu bahwa sering kali area beberapa blok dari tempat wisata utama justru lebih menarik, seperti gang kecil dengan café lokal, taman atau jalan yang tidak terlalu dikenal wisatawan. Mencoba jalan-jalan baru yang belum pernah dilewati bisa mempertemukan kita dengan tempat yang lebih unik. Jangan lupa terus terkoneksi dengan internet ya, supaya tidak nyasar.
· Mengunjungi Destinasi di Luar Musim Liburan
Musim liburan panjang seperti libur akhir tahun, atau libur sekolah menjadi waktu-waktu dimana tempat wisata penuh dengan turis dari berbagai negara. Bepergian di shoulder season (antara musim ramai dan sepi) sering menjadi pilihan untuk traveler berpengalaman karena tempat wisata lebih tenang, pengalaman terasa lebih santai, dan harga akomodasi pun lebih bersahabat.
· Tidak Selalu Mengikuti Itinerary yang Sama
Kalau kamu masih suka mengambil itinerary dari internet, yuk coba bikin sendiri itinerary kamu. Di internet, itinerary biasanya menampilkan rute yang hampir sama, akibatnya sebagian besar turis berkumpul di tempat yang sama pada waktu yang sama. Kamu bisa mengubah urutan tempat yang ingin dikunjungi, memilih rute jalan kaki yang berbeda, dan menyisakan waktu untuk menjelajah tanpa rencana. Cara ini akan membawamu ke tempat yang benar-benar baru dan tidak banyak turis mengunjungi.
Keramaian turis memang sulit dihindari sepenuhnya, terutama di destinasi popular. Namun, dengan sedikit perencanaan dan strategi yang berbeda, perjalanan bisa terasa jauh lebih nyaman dan berkesan, bahkan bisa menemukan tempat-tempat baru yang bahkan turis lain belum datangi.
Bagi banyak traveler berpengalaman, kunci menikmati sebuah destinasi bukan hanya tentang tempat yang dikunjungi, tetapi juga bagaimana cara menjelajahinya. Kadang, langkah kecil menjauh dari kerumunan turis justru membuka kesempatan untuk melihat sisi kota yang lebih authentic.